Ps Daniel Santoso : Matius 5:10

Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Matius 5:10

Dalam bahasa Inggris “Bahagia” disini bukan happy tapi blessed. Dalam bahasa asli didalam bahasa Yunani “makarius” yang artinya blessed atau diberkatilah. Orang yang diberkati barulah bahagia. Berada dalam blessing-Nya Tuhan barulah ada namanya bahagia.

Kenapa orang dianiaya malah diberkati?

Dianiaya dalam bahasa aslinya kata yang dipakai adalah “dediokmenoi” artinya yang menerima penganiayaan. Dalam studi bahasa kata tadi “dediok menoi” diambil dari kata “dioko” artinya to punish. Penghukuman satu tindakan. Kata “diokmos” bersifat religius, dipakai dalam penghukuman religius.

Contohnya:
1. “Joan of Arc” adalah seorang pahlawan yang lahir di negeri Perancis, dia mengatakan kalau dia adalah The Message of God. Dengan semangatnya dia ditugaskan untuk melakukan pengepungan dan mengajak orang orang untuk perang dan menang, tapi akhirnya dia meninggal karena dibakar oleh Katolik dengan tuduhan telah melakukan ajaran sesat.

2. Confuse dalam religius. Seorang raja yang bingung dengan kekristenan dan menghanguskan orang Kristen.

Dediok menoi” menunjukkan kata penganiayaan yang sudah terjadi.

Kebenaran disini adalah tentang Tuhan dan tentang iman. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh karena kebenaran. Kebenaran disini berbicara rightousness dan juga karena iman. Ayat Matius 5:10 tidak berbicara kebenaran tentang fisik tapi spiritual.

Apakah dianiaya sesuatu yang “worth it” atau tidak?

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” Yohanes 16:33

Penderitaan itu adalah sesuatu yang tidak boleh tidak ada dan Tuhan telah mendesign penderitaan itu dalam proses pertumbuhan iman kita.

Justru kalau kita mau memperoleh damai sejahtera kamu HARUS menderita penganiayaan.

Ada seorang jemaat perempuan dia Xiamen. Dia memiliki seorang anak dari hasil pernikahan dengan seorang warga Korea tapi lalu ditinggalkan, dan sekarang menikah lagi dengan seorang warga China. Saat sampai kesaksian ini ditulis anaknya yang kedua baru saja hadir di dunia. Dia juga mengatakan kalau suaminya yang sekarang ingin meninggalkannya. Lalu dia mengatakan satu sisi Puji Tuhan anak yang kedua sudah lahir dan satu sisi saya merasa teraniaya.

Kita harus mengerti disini masalah dia bukan karena penganiayaan dalam kebenaran.

Penganiayaan ada 2 jenis:

  • Penganiayaan iman dalam kebenaran itu diberkati Tuhan
  • Penganiayaan karena diri sendiri itu adalah hukuman

 

Di Alkitab tertulis supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, itulah tanda orang-orang yang berada dalam bagian Kerajaan Surga.

Tentu saja kita tidak akan menerima secara mudah. Terus bagaimana kita menerima itu semua.? “….. , tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” Yohanes 16:33

Tuhan mengajarkan kita untuk percaya dan menahan diri. Hal itu adalah struggle yang akan kita hadapi di dunia ini.

Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.” Yohanes 3:19-21

Kalau kita bisa dibenci karena kita terang dan mereka membenci karena mereka gelap, itu memang suatu hal yang akan kita terima di dunia ini.

“… , bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.” Yohanes 3:21 berarti kita bertanggung jawab kepada Allah pada setiap perbuatan perbuatan kita. Bisa dikatakan untuk menjadi terang pun kita tidak bisa kalau tanpa anugerah Allah.

Contoh:

Ketika Paulus datang ke kota-kota, dia malah di adili dan di penjara. Lalu tentang bom di gereja-gereja Surabaya.

Orang orang yang dianiaya dalam kebenaran sangat dekat dengan sekililing kita. Lalu bagaimana kita meresponinya?

Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Matius 5:11

Ayat 10 dan 11 membicarakan tentang apa yang akan dihadapi Yesus, menunjukkan Yesus juga mengalami hal hal itu. Dia mengajarkan kita untuk mengimitasi hidupNya.

We must live the same.

Setelah kita hidup mengimitasi Allah kita akan melihat 1 paralel antara hidup kita dengan hidup Yesus yaitu difitnah karena kebenaran.

Kalau memang begitu, kita harus mengimitatisi Yesus. Hal apa yang harus kita pelajari.?

Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.
1 Korintus 11:1

Sabar dan menahan diri. Itu semua yang harus dipelajari dan butuh disiplin rohani.

Pengikut disini bukan hanya menjadi follower tapi menjadi murid. Lebih tepatnya adalah budak Kristus. Kita harus meniru dalam diri Yesus juga.

Untuk menjadi sebagai seorang murid berarti kita harus terisi sesuatu. Kita harus terisi dengan Firman Tuhan.

Jadi ketika kita mengambil sesuatu pilihan atau keputusan kita akan berpikir seperti Yesus.

“Untuk menjadi orang yang teraniaya dalam kebenaran berarti kita harus menjadi murid Yesus”