Vic Claudia : Apa YangTerjadi Pada Manusia?

Pengusiran Adam dari Taman Eden merupakan suatu penunjuk geografis yang mengungkapkan keterpisahan rohani kita dari Allah sebagai akibat kejatuhan Adam dalam dosa. Dosa kini telah menjangkiti semua orang.

“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,”

Roma‬ ‭3:23‬ ‭TB‬‬

APA YANG TELAH TERJADI PADA MANUSIA ITU SENDIRI?

Kehadiran dosa telah merusak dan mencemarkan setiap bagian kehidupan dan kepribadian manusia. Dengan adanya dosa, tubuh kita mengenal penderitaan atas kita. Tetapi ini belum semuanya. Manusia batiniah (inner man) kita juga telah menjadi cemar dan rusak.

Di dalam dirinya, manusia mempunyai akal budi, kehendak, dan emosi. Kadang kadang kita memakai istilah “hati” untuk menyebut manusia batiniah ini. Menurut Alkitab, dosa juga telah menodai manusia batiniah ini secara menyeluruh.

Secara jasmani memang manusia tidak bisa hidup untuk selamanya karena kita di cipta dari debu dan tanah. Kita memiliki kelemahan dan kehidupan tubuh kita ini menuju kepada kematian. Lalu apa yang dicemaskan adalah yang terjadi dalam batiniah kita. Dimana dosa juga telah menodai manusia secara menyeluruh. Manusia batiniah kita juga telah menjadi cemar dan rusak.

1. Akal Budi dan Pemikirin Manusia Telah Menjadi Gelap

“Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,” 

Kejadian 6:5

Dalam Kejadian 6:5 Tuhan sudah melihat kejahatan manusia itu sudah sangat mengerikan dan sangat besar kejahatan manusia itu.

Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas: 

Roma 1:28

Roma 1:28 Allah menyerahkan mereka kepada pikiran pikiran yang terkutuk dengan kata lain Allah membiarkan manusia melakukan sesuatu yang tidak pantas, contoh : Seorang tua yang sudah mendidik anaknya baik baik tapi tidak mau mendengar. Seorang tua berpikir anaknya sudah dewasa dan bisa memutuskan apa yang baik. Tetapi anaknya kadang suka ngotot melakukan yang salah, anaknya dibiarkan. Dibiarkan menerima konsekuensi dari kesalahan yang dia lakukan.

Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap
Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.

Roma 1:21,32

Roma 1:21,32 menegaskan kalau untuk bisa menerima Yesus sebagai satu satunya kebenaran itu semua adalah berkat dari anugerah Allah, bukan karena kekuatan, keinginan, maupun kemauan kita.

Allah bukan tidak peduli, tetapi Allah membiarkan. Bukan karena jahat tetapi karena manusia lah yang tidak menginginkan Allah. Allah membiarkan manusia mengeraskan hatinya, contoh nya Firaun yang diizinkan Allah mengeraskan hatinya ketika Musa ingin membawa bangsa Israel keluar dari Mesir.

Disini kita melihat kalau hukuman Allah lebih kepada menyerahkan mereka kepada pikiran pikiran terkutuk, tidak mengingatkan manusia melalui hati nurani nya mana yang benar mana yang salah.

dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.

Efesus 4:18

Efesus 4:18 Orang yang tidak mengenal Allah akan menjadi sia sia hidupnya karena mempunyai persekutuan yang jauh dari Allah.

Karena itu, kita tidak perlu terkejut atau menjadi kesal ketika ada seorang non-Kristen yang berkata “Saya tidak mengerti,” ketika kita berusaha menjelaskan mengenai Kristus kepadanya. Mereka bukan tidak mengerti secara logika tetapi hati mereka yang tidak mengerti Firman Tuhan.

Terus apa yang kita lakukan kalau mereka berkata “Saya tidak mengerti”. Kita baca Efesus 1:17-18

dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu
untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,

Efesus 1:17-18

Satu satunya adalah Regeneration. Tanpa regeneration mereka tidak bisa merespon Firman Tuhan dengan benar.

2. Keinginan dan Kehendak Manusia Telah Diperbudak

Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran?
Sebab waktu kamu hamba dosa,kamu bebas dari kebenaran.

Roma 6:16,20

Kenapa kita bisa taat dengan lampu merah.? Karena kita percaya kalau kita taat sama lampu itu kita bisa selamat. Sama juga dengan dosa, kalau kita percaya dosa bisa memberikan kita kebahagian kita menjadi budak dosa tersebut. Begitu juga dengan kebenaran. Tapi……

Jangan berpikir dosa dan kebenaran Allah adalah dua kekuatan yang sejajar. Dosa dan kejahatan tidak memliki kuasa yang sebanding dengan kebenaran Allah. Kita lihat lagi Roma 1:28, bukan dosa yang merebut manusia tapi Allah yang membiarkan, ini berarti Allah yang memiliki kuasa akan dosa.

Itu sudah menjadi hukuman kita karena manusia telah menolak Allah. Penjahat akan dimasukkan kedalam penjara dimana tempat itu adalah juga terdapat banyak penjahat walaupun ada penjaga.

Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya.

Galatia 3:22

Waktu Allah memberikan kitab taurat kepada manusia, Allah bukan bermaksud untuk menjadikan manusia seperti saat di taman eden saat sebelum jatuh kedalam dosa, tetapi malah ingin menyatakan kalau manusia itu berdosa. Begitu juga seperti di kantor, di rumah, di sekolah. Ada banyak peraturan ditempat-tempat itu, tujuannya bukan untuk membuat kita menjadi karyawan, anak, atau murid yang lebih baik. Tetapi untuk mengingatkan kita kalau kita melaggar peraturan yang sudah dibuat adalah salah. Terlihat seperti berlebihan, tetapi kalau tidak ada yang mengatur semuanya pasti akan kacau. Contohnya paling mudah adalah kalau kita tidak memberi peraturan kepada diri kita. Tubuh kita akan gampang sakit.

Manusia itu butuh diingetin, ditegur, kadang malah butuh diancam. Kenapa manusia harus diperlakukan seperti itu? Itu semua untuk menyatakan manusia gampang jatuh kedalam kesalahan. Peraturan itu bukan membuat kita menjadi lebih baik, tetapi untuk mengingatkan.

Waktu kita mendapatkan Firman Tuhan, lalu hidup kita jaga dari dosa, tujuannya adalah bukan untuk memuliakan Tuhan. Kalau kalian berpikir dengan tidak berbuat dosa atau sudah melakukan semua hukum taurat, kalian sudah memuliakan Tuhan itu salah.

Contoh orang-orang di dalam Alkitab yang menyatakan sudah melakukan hukum taurat tetapi malah hidup mereka tidak diindahkan Tuhan adalah pemuda yang kaya dan Paulus.

Sekali lagi hukum taurat bukan untuk menjadikan hidup kita lebih baik, tetapi hanya untuk mengingatkan.

Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan.

Galatia 3:23

Dengan adanya hukum taurat, tidak menolong manusia lepas dari dosa, tetapi malah lebih mengenal dengan dosa.

Dapatkah orang Etiopia mengganti kulitnya atau macan tutul mengubah belangnya? Masakan kamu dapat berbuat baik, hai orang-orang yang membiasakan diri berbuat jahat?

Yeremia 13:23

Manusia secara natur sudah jatuh dalam dosa, tidak mungkin lepas dari dosa walaupun melakukan kebaikan.

Apakah implikasi bagi orang yang mengatakan hal ini,”Saya belum mau menjadi Kristen. Saya akan menjadi orang Kristen nanti ketika saya sudah menginginkannya, atau pada lain waktu”?

Ada satu hal yang harus dibayar untuk melepaskan kita dari perbudakaan. Dalam konteks perjanjian baru, budak tidak bisa seenaknya saja lepas dari Tuannya (dosa). Harus ditebus dengan harga yang sudah ditentukan.

Seperti yang tertulis Roma 6:16,20

Hukum taurat tidak bisa membayar tebusan itu. Keinginan manusia itu tidak bisa terwujud karena tidak memiliki kekuatan untuk membebaskan kita dari dosa.

3. EMOSI DAN NAFSU MANUSIA TELAH RUSAK

Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin. Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.

Roma 1:24-27

Kita bisa melihat berulang ulang Allah menyerah mereka.

suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu,

2 Timotius 3:4,6

Penggambaran akan dosa dosa yang dimulai dari hawa nafsu yang tidak beres itu. Yang membuat manusia sangat berdosa. Manusia menginginkan sesuatu yang bisa membuat mereka menjadi liar.

Tapi ada juga manusia yang tahu itu salah, dengan tidak melakukan sesuatu hal hal tersebut. Dengan cara tidak bersentuh dengan nafsu nafsu tersebut. Cara ini juga menjadi tren saat abad pertengahan bagi orang orang Kristen, seperti saudara kita Katolik. Pastor dan suster tidak menikah. Tetapi malah masalah seksual juga banyak menjadi masalah bagi kehidupan mereka.

Disini kita bisa melihat kalau manusia benar benar sudah kacau, tidak tahu bagaimana cara meresponi hawa nafsu itu dengan benar.

Intinya dengan cara apa pun tanpa kebenaran dari Tuhan manusia tidak akan bisa hidup benar dihadapan Tuhan.

Apa yang akan kalian katakan kepada orang yang sedang melakukan sesuatu yang berlawan dengan hukum Allah tetapi membenarkan perbuatannya dengan mengatakan,”Bagaimana mungkin sesuatu yang terasa begitu indah ini dikatakan berdosa?” ?

Banyak beberapa teman persekutuan kita menjawab dengan jawaban yang luar biasa. Karena mereka sudah mengerti akan kebenaran Firman Tuhan dengan baik. Dibawah ini adalah salah satu jawabannya :

Indah itu ada batasannya, ada ordernya. Indah itu kalau tidak ada batasannya bisa menjadi Chaos.

Lukisan itu awal banyak yang digambar seperti aslinya, mempunyai aturan seperti lukisan mesir yang jika ingin menggambar orang akan digambar orang, jika ingin menggambar hewan akan digambar hewan dan seterusnya.

10 lukisan paling mahal diseluruh dunia. 3 teratas yang paling mahal adalah pelukis yang hidup orang nya kacau. Seperti Pichaso adalah pribadi yang kacau, playboy, dan mempunyai kelainan psikologi kepada istrinya.

Contoh lain adalah musik klasik kenapa sangat banyak pencinta musik klasik sampai sekarang, karena apa yang dihasilkan masih dalam batasan batasan keindahan itu.

4. DEMIKIAN JUGA TINGKAH LAKU MANUSIA YANG BERASAL DARI PIKIRAN, PILIHAN DAN KEINGINANNYA, SECARA NATURAL TELAH TERCEMAR DI HADAPAN ALLAH.

Kata-Nya lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”

Markus 7:20-23

Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Galatia 5:19-21

Secara fisik orang masih memiliki fisik yang normal. Tetapi apa yang rusak apa yang tidak normal, lebih kepada roh nya.

Seperti komputer, walaupun perangkat kerasnya mahal, tapi software nya yang rusak sama aja tidak berguna.

Tubuh kita walaupun tidak ada cacat, normal. Tetapi rohani kita sudah rusak secara total. Oleh karena itu secara tidak langsung rohani kita lah yang menggerakan jasmani kita untuk berdosa.

Apa itu akal budi dan hati?

Akal budi lebih kepada masuk kepada logika kita, kita mengerti sesuatu kebenaran.

Hati lebih kepada apa yang menjadi suatu kecenderungan menetapkan sesuatu.

Memang beberapa orang juga banyak melakukan kebaikan, walaupun tidak mengenal Yesus, mereka juga melakukan kebaikan. Tetapi bukan berarti mereka tidak mengalami kerusakan.

Perbuatan manusia tidak ditujukan untuk memuliakan Allah. Kenapa? Karena kita ciptakan Allah dimana semata mata kehadiran kita memang untuk memuliakan Allah.